Rabu, 15 Desember 2021

JURNAL PENYESUAIAN

PENGERTIAN JURNAL PENYESUAIAN

 

Secara luas, pengertian dari jurnal penyesuaian sendiri merupakan jurnal yang dibuat pada proses pencatatan perubahan saldo di dalam akun yang pada akhirnya akan mencerminkan saldo pada jumlah yang sesungguhnya. Sedangkan ayat jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat untuk proses mencatat perubahan saldo pada beberapa akun. Tujuannya agar saldo menunjukkan jumlah yang sesungguhnya. Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang digunakan untuk melakukan proses pencatatan saldo pada akun-akun tertentu dan dapat mencerminkan jumlah yang sebenarnya sebelum berlanjut ke proses penyusunan laporan keuangan. Di dalam jurnal penyesuaian terdapat ayat jurnal penyesuaian 

yaitu jurnal yang dibuat untuk mengetahui informasi transaksi seperti perubahan didalam jurnal.

 

FUNGSI  


 1. Supaya akun nominal yakni akun pendapatan serta bebannya bisa diakui di suatu periode serta menunjukkan situasi yang sesungguhnya.

 

 2. Menghitung perkiraan nominal (pendapatan serta beban) sebenarnya dalam periode terkait. 

 

3. Menetapkan saldo catatan pada akun buku besar di akhir periode sehingga perkiraan saldo kewajiban dan harta (saldo riil) menunjukkan jumlah sesungguhnya. 

 

4. Supaya di akhir periode, akun riil yang berupa harta, kewajiban, serta modal menampakkan situasi sebenarnya. 

 

• Untuk menghitung perkiraan pendapatan dan beban selama periode tertentu.

 • Pada akhir periode dapat menampilkan akun riil (harta, kewajiban, dan modal) dan akun nominal (pendapatan dan beban) dapat diakui karena menunjukkan keadaan yang terjadi dalam satu periode

 • Menetapkan saldo pencatatan akun buku besar di akhir periode dan dapat menunjukkan perkiraan dari akun riil terlebih harta dan kewajiban.

 

 CARA MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN

 

 Ada beberapa tahap yang dapat kamu lakukan untuk cara membuat penyesuaian yaitu:

: • Membuat neraca saldo yang belum disesuaikan

 • Menganalisa masing-masing akun

 • Lalu mencari data transaksi yang sudah tercatat tetapi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya 

• Selain itu, kamu juga mencari transaksi yang hilang (belum tercatat) tapi sudah terjadi

 • Terakhir, mencatat ayat jurnal penyesuaian 

 

 Contoh Jurnal Penyesuaian.

 

 Sebelumnya kita akan membahas mengenai akun-akun yang memerlukan penyesuaian.


 Ada 6 akun dalam akuntansi yang memerlukan penyesuaian di akhir periode diantaranya:

 

Pertama, akun Perlengkapan memerlukan penyesuaian dikarenakan adanya pemakaian 

 

 Kedua, akun aktiva tetap karena adanya penyusutan aktiva 

 

 Ketiga, akun pendapatan diterima di muka memerlukan penyesuaian karena seiring berjalannya waktu nanti prestasi akan diserahkan ke pelanggan.

 

 Keempat, beban dibayar di muka bila ada penjualan yang sudah jatuh tempo 

 

 Kelima, akun pendapatan bila ada pendapatan yang belum terhitung sehingga belum menjadi pendapatan.

 

 Keenam, akun beban karena ada beban yang belum terhitung pembayarannya maka dijadikan beban. 

 

Berdasarkan akun-akun yang memerlukan penyesuaian maka, kita akan membuat contohnya pada bisnis, sebagai berikut :

 

A. Penyusutan Peralatan 

 

Penyusutan peralatan harus dilakukan pencatatan di penyesuaian dicatat pada bagian pengakuan beban penyusutan oleh perusahaan. Beban penyusutan merupakan penggunaan dari aktiva tetap yang diakui. Nantinya beban penyusutan akan masuk ke dalam laporan laba rugi tetapi sebelumnya harus dilakukan penyesuaian

 

 

B. Pendapatan diterima di muka 

 

Hal yang perlu diingat pendapatan yang didapatkan dimuka tidak tercatat sebagai suatu pendapatan melainkan akan dicatat sebagai hutang. Karena perusahaan belum melakukan adanya pendapatan yang nyata jadi belum menjadi hak perusahaan. 

 

C. Beban dibayar di muka

 

 Jadi perusahaan akan membayar beban untuk periode yang akan datang terlebih dahulu maka disebut beban dibayar dimuka. Apabila kamu menemukan beban yang harus dibayarkan pada periode selanjutnya maka akan dilakukan perhitungan beban apa saja yang akan dibayarkan pada laporan periode sekarang.

 

 D. Perlengkapan yang tersisa

 

 Perlengkapan merupakan bahan yang dibeli oleh perusahaan untuk kepentingan operasional perusahaan maka dari itu harus dilakukan pencatatan pemakaian peralatan atau bisa juga dengan perhitungan dari fisik barang yang ada atau masih tersisa. Itu dia penjelasan mengenai jurnal penyesuaian mulai dari pengertian, fungsi, serta contoh jurnal penyesuaian yang harus dicatat setiap perusahaan dalam menyusun laporan keuangan.

 

ADA 8 AKUN YANG HARUS DISESUAIKAN DALAM AYAT JURNAL PENYESUAIAN

Anda akan lebih memahami dengan baik mengenai ayat jurnal penyesuaian apabila Anda melihatnya langsung melalui contoh pengaplikasiannya.  Cara membuatnya cukup mudah. Anda hanya perlu memerhatikan perilaku transaksi saja. Serta mengetahui tentang aturan debet kredit di dalam akuntansi supaya dapat menyusun ayat jurnal dengan baik.

Berikut beberapa contoh jurnal penyesuaian pada bisnis. 

1. Penyusutan Aktiva


Berikut jurnal penyesuaian yang dibuat:
1) Aktiva Berwujud
Beban penyusutan aktiva…………. (D)
Akumulasi penyusutan aktiva………….(K)

2) Aktiva Tidak Berwujud
Amortisasi aktiva………….(D)
Aktiva…………………….(K)


Contoh aktiva tetap :

Pada tanggal 1 desember 2012, PT jaya kusuma membeli sebuah mobil angkut bekas durigan harga perolehiari Rp 85 000 000, Mobil tersebut diperkirakan mempunyai umur ekonomis 5 tahun dengan nilai residu Rp 10 000 000, Berdasarkan data dalam ilustrasi ini hitunglah besamya penyusulan dengan metode geris lurus.

 diketahui harga perolehan mobil Rp 85 000 000, Umur ekonomis 5 tahun.

dan nilai residu Rp 10 000 000, Berdasarkan data tersebut dapat dican besarnya penyusutan dengan metode gares lurus

tiap tahun dengan perhitungan sebagai berikut:

Penyusutan tiap tahun = (Harga perlahan-Nilai residu) Umur ekonomis

= (85 000 000-10000.000) : 5

=Rp 15 000 000

 

 2. Pemakaian Perlengkapan 

 

Perlengkapan adalah kelompok aktiva/harta yang bersifat lancar. Biasanya perlengkapan disebut dengan harta lancar atau aktiva lancar. Saldo akun perlengkapan pada neraca saldo di awal dan akhir tahun akan berbeda, sebab ada pemakaian perlengkapan yang tidak dicatat selama periode berjalan. Maka, perlu disesuaikan menjadi:

 

______________________________________________

 

________________________

Beban Perlengkapan…          Rp.xxx

 

Perlengkapan…………….         Rp.xxx

_______________________________________________

________________________

 

 

Contohnya :

 saldo akun perlengkapan di neraca saldo sebesar Rp. 4.400.000. Pada akhir periode informasi menunjukkan perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp. 2.700.000.

Artinya perusahaan telah melakukan pemakaian perlengkapan sebesar Rp. 4.400.000 – Rp. 2.700.000 = Rp. 1.700.000. jadi dicatat menambah beban perlengkapan dan mengurangi perlengkapan sebesar Rp. 1.700.000.

 

3. Persediaan Barang Dagang

Proses pencatatan jurnal persediaan barang dagang biasanya dilakukan lewat 2 metode, yakni metode Ikhtisar Laba/Rugi dan metode Harga Pokok Penjualan (HPP).

 

 a. Pendekatan Ikhtisar Laba Rugi

Laba rugi selalu identik dengan penjualan sebuah produk. Biasanya, hal ini dipengaruhi oleh persediaan awal dan akhir terhadap harga jual sebuah produk yang akan dijual kepada pelanggan.

 

Contoh jurnalnya'

 

___________________

Ikhtisar Laba Rugi.           Rp.xxx

 

       Persediaan barang Dagang.      Rp.xxx

___________________

 

b. Metode harga pokok penjualan (HPP)

HPP.             Rp. 800.000

                 Persediaan barang dagang R.800.000

4. Beban yang Masih Harus Dibayar

Beban ini merupakan beban yang masih harus dikeluarkan perusahaan pada akhir periode. Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang sudah jadi beban dari segi waktu, namun belum dicatat dan dibayar. Untuk itu, jurnal penyesuainnya berupa:
Beban gaji/bunga/sewa………………..(D)
Utang gaji/bunga/sewa………………(K)

• Utang Gaji

• Utang Listrik

• Utang Telepon

• Utang Air

• Utang Pajak Penghasilan

• Utang Bunga Bank

Semua contoh diatas disebut sebagai beban yang masih harus dibayar/accrual payable. Beban yang masih harus dibayar adalah beban atau kewajiban yang sudah menjadi beban dilihat dari segi waktu. 

 

Beban yang masih harus dibayar atau accrued expenses disebut juga dengan hutang beban. Beban jenis ini terjadi jika dalam akhir periode akuntansi suatu perusahaan terdapat beban yang masih menjadi tanggungan perusahaan, dan beban tersebut belum dibayar oleh perusahaan sehingga beban tersebut dicatat sebagai hutang. 

 

Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses) timbul ketika perusahaan mengakui beban dalam pembukuannya sebelum benar-benar melakukan pembayaran. Karena perusahaan masih berutang, biaya yang masih harus dibayar diperlakukan sebagai kewajiban.

 Contoh jurnalnya.

___________________

Beban ....            Rp. Xxx

           Hutang......        Rp.xxx

__________________

 

Contoh: 

Masih harus dibayar gaji pegawai bulan Desember Rp500.000

Beban gaji       Rp. 500.000

          Hutang gaji.        Rp.500.000.


5. Pendapatan yang Masih Harus Diterima

Pendapatan ini adalah pendapatan yang masih akan diterima, tetapi belum dibayar oleh pelanggan. Bagi perusahaan, hal ini disebut sebagai piutang sehingga akun ini pun disebut piutang pendapatan. Jurnal penyesuaian yang dibuat seperti berikut:
Piutang sewa………………(D)
Pendapatan sewa…………..(K)

contoh jurnal:

__________________

Piutang........            Rp.xxx

        Pendapatan piutang.       Rp.xxx

___________________

Contoh:

Masih harus diterima pendapatan bunga untuk 2 bulan @Rp150.000

Jawab: 

Piutang bunga.        Rp.150.0000

          Pendapatan bunga.        Rp.150.000

6. Beban Dibayar di Muka

Beban ini merupakan beban yang sebenarnya belum jadi kewajiban perusahaan untuk dibayar pada periode berjalan, tetapi perusahaan sudah membayarnya lebih dulu. Contoh transaksi ini adalah akun sewa, iklan, atau asuransi. Pencatatan beban dibayar di muka bisa menggunakan pendekatan:

Contoh jurnalnya.

a.Sebesar yang sudah menjadi beban.

___________________

Beban....            Rp.xxx

          Beban..... dibayar dimuka.       Rp.xxx

___________________


b. sebesar yang belum menjadi beban

___________________________________________________________

Beban...... dibayar dimuka.     Rp.xxx

                   Beban....                                       Rp.xxx

___________________________________________________________

 

contoh

Pada Tanggal 1 April 1990 membayar premi asuransi untuk satu tahun Rp. 240.000,00.

a. Menggunakan pendekatan neraca
Transaksi tersebut dicatat dalam rekening:

Asuransi dibayar dimuka ( Debet )  Rp. 240.000,00
      Kas ( Kredit )                                                           Rp. 240.000,00

 

Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada rekening asuransi dibayar di muka di neraca saldo 31 Desember 1990.  Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 tersebut sebenarnya asuransi yang sudah dimanfaatkan adalah 9 bulan ( 1 April 1990 – 31 Desember 1990 ).


Ini berarti sejumlah Rp. 180.000,00 ( 9/12 x Rp. 240.000,00 ) sudah menjadi beban tahun 1990.
Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari rekening “ Asuransi dibayar dimuka “ ke rekening “ Beban Asuransi “ dengan jurnal penyesuaian:

Beban Asuransi                                          Rp. 180.000,00
       

b. Menggunakan Pendekatan Rugi Laba


Transaksi pada contoh di atas pada tanggal 1 April 1990, dicatat dalam rekening:


Biaya Asuransi ( debet )                             Rp. 240.000,00
      Kas ( Kredit )                                                                           Rp. 240.000,00


Sampai dengan tanggal 31 Desember 1990 sebenarnya yang sudah menjadi beban baru 9 bulan ( Rp. 180.000,00 ). Sedangkan sisanya ( Rp. 60.000,00 ) bukan merupakan beban tahun 1990.
Maka jumlah yang belum merupakan beban tersebut harus di pindahkan dari rekening ” Biaya Asuransi “ ke rekening “Asuransi dibayar di muka “ , dengan jurnal penyesuaian :

 


Asuransi dibayar di muka                            Rp. 60.000,00
      Beban Asuransi                                                                        Rp. 60.000,00

 

7. Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan diterima di muka merupakan pendapatan yang diterima lebih dulu atas transaksi yang belum dilakukan dengan pelanggan. Akun ini disebut juga persekot pendapatan atau premi pendapatan. Pencatatan diterima di muka bisa dilakukan dengan 2 pendekatan, yakni:

  • Harta
  • Beban
  • Sewa Diterima di Muka (D)
  • Pendapatan Sewa (D)
  • Pendapatan Sewa (K)
  • Sewa Diterima di Muka (K)
  • Catat sebesar yang sudah dijalani
  • Catat sebesar yang belum

Contoh jurnalnya: 

__________________

Pendapatan. Rp.xxx

..... Diterima dimuka. Rp.xxx

___________________

 pendekatan laba rugi/pendapatan

Contoh jurnal nya; 

___________________

..... diterima dimuka. Rp.xxxx

Pendapatan...... Rp.xxx

___________________

 

Pada contoh ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa ini, perusahaan menerima pendapatan sewa untuk 2 tahun Rp 3.000.000 diterima tgl 30 Juni 2019.

Perhitungan biaya sewa yang sudah terpakai sampai bulan Desember 2019 adalah terhitung 6 bulan.

a. Dicatat sebagai Hutang

Maka perhitungannya adalah Rp 3.000.000 : 24 bulan = Rp 125.000 x 6 bulan = Rp 750.000. 

Sewa diterima dimuka Rp. 750.000

Pendapatan sewa Rp. 750.000

 

b. Dicatat sebagai pendapatan

Pendapatan sewa Rp. 2.250.000

Sewa diterima dimuka Rp.2.250.000

 

8. Piutang Tidak Tertagih

Piutang ini adalah risiko perusahaan akibat adanya piutang dagang yang tidak tertagih. Piutang tak tertagih ini dianggap sebagai beban perusahaan karena perusahaan belum mendapatkan hasil dari transaksi. Berikut jurnal penyesuaiannya:
Kerugian Piutang Tak Tertagih………………(D)
Piutang…………………………….…..(K)

 Misalkan Anda melakukan penjualan kepada pelanggan senilai 300.000. Pelanggan menggunakan kredit toko dan menerima produk bisnis Anda di muka. Setelah menagih pelanggan berulang kali tanpa hasil, Anda menyadari bahwa utang  mereka telah menjadi utang macet.

Contoh jurnalnya,

____________________

 

Beban piutang tidak tertagih. Rp.xxxx

Cadangan piutang tidak tertagih. Rp.xxx

____________________

Contoh; Saldo piutang perusahaan Rp5.000.000 diperkirakan 30% tidak bisa ditagih.

 

Jawab:

Beban piutang tidak tertagih. Rp.1.500.000

Cadangan piutang tidak terta.gih. Rp.1.500.000

 

VARIABEL (PERKALIAN 9)

 Pada blog ini saya akan menjelaskan tentang perkalian 9 dengan menggunakan tipe data Variabel .Kita membuka aplikasi notepad terlebih  dahu...